Wednesday, August 5, 2020

4 Fungsi Psikotes Untuk Mendukung Performa Perusahaan

Psikotes

Karyawan merupakan aset yang berharga bagi perusahaan. Itulah sebabnya, banyak perusahaan yang berusaha untuk membantu generasi muda untuk mempersiapkan karirnya sejak dini, misalnya dengan menyediakan sarana CSR Pendidikan yang dapat membantu mereka mengetahui minat dan bakatnya. Dengan begitu, mereka bisa memilih jurusan kuliah  yang sesuai untuk mendukung karir mereka di masa depan. Perusahaan sendiri bisa memiliki kesempatan lebih tinggi untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas.

Namun, untuk memaksimalkan tujuan tersebut, maka pastinya mereka akan mengadakan tes lagi pada generasi muda yang telah lulus kuliah dan mulai memasuki masa mencari kerja. Tes yang umum digunakan adalah psikotes dan biasanya dilakukan pada awal sebelum melakukan rangkaian tes lainnya. 

Dalam situs glitzmedia.co,seorang lulusan psikologi dari Universitas Indonesia, Esti Wijayanthi, S.Psi, mengatakan bahwa tes tersebut sangat penting karena memiliki berbagai manfaat, yaitu:

1. Analisa potensi
Menurut Esti, seseorang yang berbakat dalam bidang tertentu belum tentu mempunyai minat bekerja di posisi yang bersangkutan. Sebaliknya, saat siswa diketahui punya minat kuat tanpa bakat, mereka cenderung kesulitan saat mengerjakan sesuatu. Paling baik adalah jika bakat dan minat pelamar kerja berada di jalur yang sama. Namun jika berbeda, maka mengutamakan minat akan lebih membantu pelamar kerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sebab, minat tersebut akan memotivasi diri mereka untuk bekerja dengan lebih baik dan belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan.

2. Analisa kepribadian
Setiap orang pastinya mempunyai kepribadian berbeda, tetapi tidak ada satu pun kepribadian yang tidak bisa memperoleh keberhasilan. Namun untuk mendukung agar seseorang bisa mencapai potensi maksimalnya, perusahaan harus mampu memahami kepribadian pelamar kerja tersebut. Melalui hasil psikotes, perusahaan bisa memberikan pelatihan yang sesuai berdasarkan kepribadian yang dimiliki sehingga bisa bermanfaat untuk mengatasi kekurangan yang dimiliki terkait pekerjaan.

3. Penentuan penempatan posisi
Hasil psikotes akan memperlihatkan potensi pelamar kerja untuk mencapai kinerja maksimalnya, Dari hasil ini juga perusahaan dapat memperkirakan posisi yang paling tepat untuk seseorang dalam mencapai hal tersebut. Sebab, ketika seseorang di tempatkan pada posisi yang salah, maka hasilnya tidak akan pernah maksimal meskipun orang tersebut memiliki kualitas yang terbaik.

4. Analisa personality
Mungkin psikotes yang dilakukan terlihat sederhana, tetapi kenyataannya melalui tes tersebut, perusahaan akan memperoleh gambaran lengkap seputar minat, bakat, kepribadian, kelebihan, kekurangan, motivasi, gangguan, hingga cara pelamar kerja tersebut bersosialisasi.  Perusahaan juga bisa membaca bagaimana respon pelamar kerja dalam menghadapi berbagai situasi, seperti stres akibat deadline, menangani pekerjaan, dan sebagainya.

Banyak orang terutama pelamar kerja yang baru lulus berusaha untuk mengerjakan psikotes tertulis tidak sesuai dengan kepribadian mereka. Pada umumnya akan dibuat seolah semuanya baik. Namun jangan salah, seseorang yang sudah ahli membaca hasil psikotes akan mengetahui hal ini dan justru orang seperti ini bisa dihindari oleh perusahaan. Itulah sebabnya, jika Anda saat ini sedang mencari kerja dan diminta untuk melakukan psikotes tertulis, kerjakanlah secara jujur sesuai dengan kepribadian Anda.